Langsung ke konten utama

Titik Waktu



Titik waktu

Waktu berlalu berputar seiring berjalannya waktu. Dan hanya ada tiga waktu; hari kemarin, hari ini dan hari esok. Hari kemarin yang telah berubah menjadi masa lalu, hari ini penentu dihari esok, dan hari esok yang tak kan pasti akan dipertemukan kembali.

Pernahkah terlintas, bahkan merasakan marah akan takdir yang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Pernahkah merasa putus asa akan takdir yang telah ditentukan? Pernahkah merasa kecewa dengan apa yang didapatkan? Pernah!. Bahkan bisa jadi, banyak dari pembaca cerita ini yang merasa salah jurusan dalam menempuh pendidikan? :D tak urung bagi saya sendiri.

Waktu berlalu berputar seiring berjalannya waktu. Dan hanya ada tiga waktu; hari kemarin, hari ini dan hari esok. Hari kemarin yang telah berubah menjadi masa lalu, hari ini penentu dihari esok, dan hari esok yang tak kan pasti akan dipertemukan kembali.

Pernahkah terlintas, bahkan merasakan marah akan takdir yang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Pernahkah merasa putus asa akan takdir yang telah ditentukan? Pernahkah merasa kecewa dengan apa yang didapatkan? Pernah!. 

Diawali dengan cerita kisah cinta yang dimulai dari sebuah pertemuan yang tak di sengaja yang menjadi sebuah pasangan kekasih. 

Aku tidak pernah menghitung hari, namun ternyata perjalanan kita sudah sangat jauh.

Aku mencintaimu bukan karena apa yang kamu miliki, melainkan ketika aku bersamamu semua yang kurang sempurna bisa kamu sempurnakan.

Terima kasih sudah hadir dalam proses pendewasaanku, terima kasih karena telah memberikan kebahagiaan tanpa berujung.

Aku mencintai kamu. Kamu tau? Mencintai bukan perihal siapa yang lebih dulu bisa memikat hati. Namun soal siapa yang tulus dan tetap bertahan.

Hubungan ini seringkali naik dan turun, ada pasang ada surut bahkan duka pun tak jarang kita lalui, walaupun sesekali memang melelahkan. Namun bagaimanapun yang terjadi, jatuh hati padamu adalah hal yang tak pernah kusesali. Aku mencintaimu sungguh.

Komentar